0

seperti tahu, busa, spons dan apapun yang terlalu lembek

akhir- akhir ini gue ngerasa lembek, lemah nggak berdaya macam tahu, diremas sedikit hancur lebur tak bersisa bentuk.

entah apa yang melatar belakangi semuanya, dan gue nggak punya dugaan untuk yang satu ini, hanya saja gue sedikit merasa rapuh, serapu gelas kaca yang ketika jatuh pecah begitu saja tanpa bisa di tempel kembali. 
sejujurnya gue sedikit merasa agak terperangkap, gue merasa jatuh cinta sama ilusi dan angan-anagn yang semuanya terlukis sedemikian indah dihadapan dua bola mata gue. berdiri pongah dan gagah seolah mampu mengikat kuat gue tanpa memberi sisa ruang untuk gue berpikir dua kali. namun ketika memang ini bukan ilusi atau angan-angan lalu kesiapa gue merasa ini?
laki-laki dari cerita sebelumnya kah? sayang gue sungguh nggak  punya keberanian untuk bilang iya, gue ga mau menjatuhkan pilihan ke satu hal yang peruntukannya memang bukan untuk gue. sampai detik ini sampai tulisan ini terangkai, gue ga pernah berani izin mengetuk pintunya atau bahkan dengan lancangnya mengetuk baru kemudian bertanya "bolehkah saya masuk?".

haaaha, kadang gue sedikit berfikir kalo gue gila, kenapa gue sedemikian kecut untuk hal yang seharusnya gue hadapi, bagai pujangga gue cuma berani melukiskan lewat kata (tanpa pernah bisa tersalurkan).  ahh tapi gue percaya untuk semua yang gue tunggu dengan sedimikian lama dan dengan kesabaran (meski kadang sabar gue lari-lari) akan ada buah manis yang nantinya bisa gue kecap, tuhan bukan sosok yang senang membiarkan mahluknya berhenti berangan-angan namun tak memberikan jalan menuju kenyataannya kan? dan gue percaya hal itu. jika memang bukan sekarang saat ini detik ini, mungkin ada waktu lain nantinya yang mungkin akan jauh lebih bisa memberikan ruang dan waktu yang lebih besar dari saat ini.

aah ntah lah hanya saja perasaaan ambiguitas gue sedang sedemikian tinggi, sulit rasanya melukiskan segalanya meski dalam tulisan menjadi sesuatu yang berada pada jalurnya. 
gue yakin gue bukan sosok yang sedemikian lemahnya bisa menyerah pada keadaan, semuanya akan tetap berjalan bukan?, dengan atau tanpa perjuangan menghadapinya. meski lo tutup mata hati telinga semuanya tetap akan ada buat lo sebelum semuanya di selesaikan. aah masalah teori nomor satu deh bisa dengan mudah dicerna, penerapannya ntah terbuat dari molekul apa hingga sedemikian sulit ditaklukan.

sudah hati gue sedemikian lembek mirip tahu, spons, busa atau apapun akhir-akhir ini ditambah pula fikiran jalang dan lancang gue, dalam mengharap segala sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri. semoga ada maaf untuk hal ini.

0

mulut saya jalang dan lancang apalagi hatinya

ini tulisan gue yang ke 5 bulan maret ini, maafkanlah gue terlalu tamak untuk terus menerus menulis dan menuangkan semua yang sedang berjalan. 

hari ini ya hari ini, terasa biasa aja sebetulnya.
yang beda adalah gue baru sadar setelah dari kemarin gue jalan-jalan sendiri, bener-bener sendirian
kantor papa, golden truly, balik stasiun juanda lalu depok dan dokter gigi (great, ini prestasi)
lalu trip hari ini adalah, klinik foto gigi (cuma nggak jadi karna kliniknya setelah disambangi nggak bisa panoramic), minimarket lalu dokter muka dan terakhir mampir sebentar menjenguk pasar beli titipan mama. ini beneran prestasi, seorang nines yang kemana-mana selalu dianter dan ga mau jalan kalo ga ada temen mendadak melangkah sendiri ke tempat-tempat yang memang mau disambangi. entah kenapa yang pasti belakangan ini gue merasa banget ada yang datar dari hidup gue yang cuma itu-itu aja makanya beberapa hari ini semacam ada dorongan kemana gue mau jalan ya tinggal langkahin kaki dan pastikan uang di dompet mencukupi lalu jalanlah! kun faya kun (hiiihiiiii).

dan mulai hari ini gue putuskan ya gue putuskan untuk sudahi semuanya.
sudah selesaikan sudah semuanya, gue cuma mau jalanin apa yang seharusnya gue jalanin (semoga ini bukan keputusan emosional) mungkin kemarin dan kemarin atau beberapa jam yang lalu gue masih juga jadi pribadi yang banyak tuntut sana sini dan maksa sana sini. ini hidup gue, gue yang jalanin dan rasain enak ga enaknya, senang sedihnya, diatas dan dibawah...aah baiknya tuhan mendadak kasih waktu introspeksi dengan menggiring saya menjalankan kaki saya kemana yang saya ingin saya sambangi.

setelah beberapa hari lalu mendadak gue seperti rollercoaster, maka mulai hari ini gue berharap untuk bisa jadi air yang memang mengalir ke satu titik, angin yang sesuai arahnya dan pohon yang cuma menuju ke atas. aah andai saja ada yang bisa gue ajak untuk berbagi ini semua, mungkin akan terasa lebih ringan. sejujurnya gue bukan tipikal orang yang bisa jaga hubungan baik sama orang dalam jangka waktu yang panjang, dan sedikit trauma menjalani sesuatunya dengan sangat dekat, semua pasti berakhir dan semuanya selalu bersumber dari gue (entah iya entah nggak) dan sekali lagi maafkan lah, gue cuma manusia yang terkadang terlalu khilaf sehingga lupa telah melakukan kesalahan.




0

my vinegar, salt and sugar

(ini maaf yak jelek grammarnya)

i have no idea to written up everythings about them
but i just want to make sure that they really a precious things of my life, i love them i really love them!!

i know in every part, everyday that we all spending together not only in a good condition, we laugh, we cried, we mad and whatever!! even they became wild for a while i still love them!
i become of who i am, with or without. just surely that they all around me make me more bolder and bolder.
they just like a vinegar on bowl of meatball, salt on my soup, sugar on my tea and absolutely they give me a strength in every morning with they pearly smile.

big thank you for being my girls

kiko ghiamaya
gabyaska dwithya putri
kartika indah aldriana
nivana
sagita athina putri





0

6 maret 2010

secara jujur saya katakan, malam ini adalah malam paling menyenangkan yang pernah saya jalani.
mungkin waktu yang lama yang ga pernah saya gunakan, dimalam tersebut yang konon jadi malam panjang bagi para muda-mudi berpasangan. entah apa yang saya rasakan senangkah, sedihkah atau apapun. yang pasti saya senang bisa menggunakan jatah malam minggu saya dengan satu orang saja laki-laki meski saya tidak faham sejujurnya  apa spesialnya malam ini dibanding malam lain dan bersama siapa saya menghabiskannya. 
mungkin dan bisa jadi karna kali ini saya menghabiskannya dengan seorang laki-laki, ya, mungkin salah satu faktornya adalah itu..hanya saja yang membedakan tak ada status yang spesial diantara kami, tapi mungkin momen yang kami berdua jalani menjadi spesial, jika dirunut kebelakang, meski sama sama membina ilmu di satu institusi yang sama dengan jurusan yang sama, kami sama sekali ga pernah saling mengenal secara personal. satu kebetulan datang ketika sebuah tiket gratis untuk sebuah pertunjukan musik jatuh ketangan saya, awalnya besama sahabat saya sejak lama saya akan menghabiskan waktu itu bersama, namun keadaan berkata lain.dia sakit.
muncul kemudian kebimbangan antara mempergunakan tiket itu atau abaikan, hingga ketika ada salah satu road show yang beekaitan dengan acara yang nantinya akan saya datangi ini menyambangi kampus saya yang tercinta. bertemu dengan salah satu senior yang kemudian mengantar saya pulang hingga ke rumah, ketika pagi ingin rasanya saya sampaikan ucapan terima kasih atas jasanya yang mengantarkan saya hingga selamat ke rumah, muncul keinginan saya bertanya. "bisakah carikan temen untuk gue, menikmati acara musik ini?" begitu kira-kira pesan singkat yang saya kirimkan (meski bukan itu, saya lupa, maka maafkanlah). menit demi menit berlalu, hingga kemudian muncul balasan yang mengatakan ada salah satu temannya yang bersedia menemani saya untuk menikmati acara musik ini. aaahhh senangnya, apalagi kami tak pernah sekalipun berbincang bersama secara akrab apalagi jalan bersama. 
muncul kembali pertanyaan, mengapa laki-laki ini yang dipilih oleh teman saya yang baik hati ini untuk menemani saya. DUGAAN sementara saya, dia melihat keakraban singkat saya dengan laki-laki ini malam ketika kami berada di kampus ketika ada acara pagelaran musik juga, dugaan selanjutnya adalah laki-laki ini berdekatan rumahnya dengan rumah saya. lalu dugaan terakhir adalah karna saya single maka di carikan pula teman jalan yang single, haahahahaha. (ini hanya dugaan)
apapun alasannnya saya patut mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang telah mengirimkan seorang laki-laki baik hati yang mau menemani malam panjang saya. mengapa saya katakan dia baik hati? selain mampu membuat saya tak canggung menghadapinya dia juga mampu mengimbangi kegatelan bibir saya yang sangat menyukai rangkaian kata yang tak henti berucap. yaaah apapun yang telah kami lakukan bersama semuanya menyenangkan. terima kasih tuhan, entah apa pun ini saya merasa sangat berkewajiban untuk mengucap terima kasih kepaadamu, terima kasih kepada semua teman-teman saya yang entah apapun niatnya pula selalu mendorong saya untuk melakukan hal yang menyenangkan, danTERIMA KASIH banyak julian


 




Followers

Network

Back to Top