akhir- akhir ini gue ngerasa lembek, lemah nggak berdaya macam tahu, diremas sedikit hancur lebur tak bersisa bentuk.
entah apa yang melatar belakangi semuanya, dan gue nggak punya dugaan untuk yang satu ini, hanya saja gue sedikit merasa rapuh, serapu gelas kaca yang ketika jatuh pecah begitu saja tanpa bisa di tempel kembali.
sejujurnya gue sedikit merasa agak terperangkap, gue merasa jatuh cinta sama ilusi dan angan-anagn yang semuanya terlukis sedemikian indah dihadapan dua bola mata gue. berdiri pongah dan gagah seolah mampu mengikat kuat gue tanpa memberi sisa ruang untuk gue berpikir dua kali. namun ketika memang ini bukan ilusi atau angan-angan lalu kesiapa gue merasa ini?
laki-laki dari cerita sebelumnya kah? sayang gue sungguh nggak punya keberanian untuk bilang iya, gue ga mau menjatuhkan pilihan ke satu hal yang peruntukannya memang bukan untuk gue. sampai detik ini sampai tulisan ini terangkai, gue ga pernah berani izin mengetuk pintunya atau bahkan dengan lancangnya mengetuk baru kemudian bertanya "bolehkah saya masuk?".
haaaha, kadang gue sedikit berfikir kalo gue gila, kenapa gue sedemikian kecut untuk hal yang seharusnya gue hadapi, bagai pujangga gue cuma berani melukiskan lewat kata (tanpa pernah bisa tersalurkan). ahh tapi gue percaya untuk semua yang gue tunggu dengan sedimikian lama dan dengan kesabaran (meski kadang sabar gue lari-lari) akan ada buah manis yang nantinya bisa gue kecap, tuhan bukan sosok yang senang membiarkan mahluknya berhenti berangan-angan namun tak memberikan jalan menuju kenyataannya kan? dan gue percaya hal itu. jika memang bukan sekarang saat ini detik ini, mungkin ada waktu lain nantinya yang mungkin akan jauh lebih bisa memberikan ruang dan waktu yang lebih besar dari saat ini.
aah ntah lah hanya saja perasaaan ambiguitas gue sedang sedemikian tinggi, sulit rasanya melukiskan segalanya meski dalam tulisan menjadi sesuatu yang berada pada jalurnya.
gue yakin gue bukan sosok yang sedemikian lemahnya bisa menyerah pada keadaan, semuanya akan tetap berjalan bukan?, dengan atau tanpa perjuangan menghadapinya. meski lo tutup mata hati telinga semuanya tetap akan ada buat lo sebelum semuanya di selesaikan. aah masalah teori nomor satu deh bisa dengan mudah dicerna, penerapannya ntah terbuat dari molekul apa hingga sedemikian sulit ditaklukan.
sudah hati gue sedemikian lembek mirip tahu, spons, busa atau apapun akhir-akhir ini ditambah pula fikiran jalang dan lancang gue, dalam mengharap segala sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri. semoga ada maaf untuk hal ini.
Posted by
.jpg)


