0

ini hanya sedikit sisa euphoria, yang secara jujur sulit aku buang!

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
sampai hari ini detik ini menjelang subuh ini, aku masih ingat bagaimana awal mula perkenalan 'resmi' kita. 1 Desember 2009 saat itu kamu belum sendiri, kamu selalu berjalan bersama dia. selalu ku ingatkan untuk pasang mimik muka manis setiap selasa, karena kita pasti bertemu (meski kamu selalu sama dia). waktu itu salah satu sahabatku memanggil kamu untuk ikut bergabung di meja kami, sayang kamu menolak dengan sangat halus (pastilah, nanti pacar kamu marah :D) teman ku sempat memanggil mu untuk berkenalan dengan teman-temannya (termasuk aku) kamu bilang dengan sangat mantap ketika tiba gilirannya aku yang harus bersalaman dengan kamu, kamu bilang kamu tahu aku, kamu kenal aku.

beranjak siang, seperti biasa rasa penasaran yang selalu mengelayut dalam otak ku tergelitik untuk sekedar memastikan tidak ada yang terlewati di situs jejaring dengan aku sebagai membernya. dan VOILA!!! kamu baru aja accepted friend request dari aku. padahal request yang aku kirim sudah agak lama. mungkin sebelumnya kamu nggak terlalu tertarik untuk menambahkan aku di daftar teman kamu. i don't care, you already accepted my request. aku senang, senang sekali, kamu tahu bagaimana bahagiannya setiap anak perempuan yang baru saja dibelikan boneka oleh ayahnya? begitulah aku!



hari berikutnya, satu hari setelah resmi kita berkenalan, kita sempat berada dalam satu kelas yang sama, kelas kita disatukan, ah senang sekali rasanya! hanya saja, kamu masih tetap milik orang lain, maka aku diam. aku sedikit takut dengan perempuan matang disampingmu, mukanya seperti siap mencalak siapa saja yang berani main mata dengan kamu. selesainya, kita menempuh jalan pulang masing-masing, namun siapa duga siapa sangka, kita kembali bertemu, dan kamu menyapa aku untuk yang pertama kalinya. 

oh ya, sedikit mundur lagi kebelakang. 1 september 2009 sedikit mendung buat aku, tapi entah mengapa tuhan kala itu begitu baik kepadaku, ketika mendadak kamu ikut masuk ke dalam kelas bahasa jepang ku. otot wajahku yang kala itu sedikit malas untuk sekedar tersenyum, langsung kendur ketika melihatmu masuk kedalam kelas.

kembali lagi,
setelah itu hampir tak pernah kita bertemu apalagi hanya sekedar melihat, kamu begitu sulit aku temukan. beberapa kali sempat aku melihat kamu tengah sibuk menelfon, entah, hanya saja ketika aku lihat sosok perempuan itu sedikit berlari kecil menghampiri kamu, barulah aku sadar, kamu menyuruhnya untuk lekas datang jika ingin diantar pulang. huh kamu arogan!

12 februari

aku sempat baca update status kamu, ingin rasanya aku tinggalkan komentar disana, setelah berfikir lama. langsung saja aku tinggalkan komentar. kamu tahu? setelahnya langsung ku tutup semua jejaring sosial dan laptop ku, jantungku berdegup kencang, padahal sih nggak seharusnya seperti itu, tapi percayalah ini baru pertama kalinya aku begini. hingga kemudian kamu membalas, lalu kubalas, dan aku mulai berani menyapa kamu ketika lampu hijau tanda kamu sedang ikut berpesta didunia maya menyala.

pada bulan yang sama, ada kesempatan pembelian tiket java jazz. berhubung harga murah aku langsung beli 2 untuk bisa kunikmati bersama sahabatku sejak lama, dan seperti dikisah ku sebelumnya, dia sakit.
lalu kamu menjadi satu-satunya kandidat yang disodorkan kepada ku. disinilah segalanya bermula. kita mulai akrab dan saling mengenal satu sama lain. 6 maret 2010

setelah sebelumnya aku hanya memiliki rasa suka terhadap kamu, aku hanya memberi sedikit perasa untuk bisa tetap membakar semangatku kuliah. namun maaf seribu maaf, aku menodai pertemanan kita. aku sungguh lancang, aku tak mampu membendung semuanya. setelah semuanya kita jalani, setelah sekian banyak momen yang kita lakukan bersama, setelah perjalanan dengan jarak yang tak lagi dapat dikatakan dekat dan setelah berbagai kebohongan bodoh yang kita lakukan masing-masing. aku jatuh cinta. ya perasaan suka ku tumbuh kian subur seiring segala yang kita lewati bersama. maaf, maafkan aku telah menodai semuanya. tapi ini memang sulit untuk ku bendung ketika aku tahu, kamu yang terbaik selama aku mengenal kamu. 



0
------------------------------------------------
pias, mulai datar, hilang semua MUNGKIN!!!
-------------------------------------------------
0

aku bicara, kamu tetap pergi.

kemana, kamu kemana?
sulit jumpa, susah mencari, entah sulit rasanyya mencari dimana bau mu dimana jejak mu!
aku, aku, aku. sungguh aku benar-benar kehilangan mu.
kamu, kamu, kamu terus berjalan, berlari dan tak lagi terlihat, tidak pula jejak dan bau mu.


coba ku tanyakan angin, mereka terus melengos pergi.
aku coba, aku usahakan berbagai hal, namun semua NIHIL!
kamu tetap pergi, kamu tetap hilang dan entah kembali atau justru meneruskan perjalanan.
aku coba, selalu mencoba untuk mencoba hilangkan segalanya, berharap segalanya lenyap, TAPI
semakin ku berusaha, semakin pula jiwa ku ikut terbang dan perlahan lenyap. jangan, jangan bawa semuanya pergi.


aku mohon, muncullah untuk terakhir kalinya, meski sekejap
meski hanya satu senyuman, satu tatapan dan satu lambaian
sungguh, aku tak lagi meminta banyak, aku tak lagi berani melihat hari esok hanya sekedar untuk tertawa bersama kamu.


tapi tolonglah, jika harus terbunuh semuanya, bunuhlah langsung.
jangan perlahan kau kuliti semua yang telah terbentuk, perihnya AMPUN! aku tak sanggup!
sungguh. aku rindu kamu, aku rindu. hanya saja semua seolah mencapai batasnya, pias dan tak lagi terasa! hilang semua mungkin.


ah andai, andai bisa ku ketuk pintu yang kusadari selalu ku bawa kunci itu kemana ku pergi.
aku tak cukup memiliki keberanian! aku takut kecewa jika ternyata kunci yang ku bawa SALAH.


aku berhenti mengharap, namun aku tetap menunggu, aku menunggu kamu, aku menunggu binar matamu seperi sedia kala. semoga, semoga, semoga barisan semut bisa membawa kamu kehadapan ku, meski entah kapan.
0
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
untuk yang kemarin, beberapa hari yang lalu saya lakukan untuk anda, bisa jadi adalah sebuah harapan terakhir. kali terakhir semuanya diusahakan. tidak ad harapan lebih, tidak ada maksud untuk berusaha merubah semua yang telah diposisikan. semoga masih ada sedikit saja kesadaran yang bisa membuat segalanya jauh lebih lunak dan menyenangkan! huh mesku banyak yang telah dilewatkan bersama, meski sayang dan berharga untuk dibuang, namun tak ada salahnya jika dikenang tanpa harus dimusnahkan. mungkin bisa jadi pengobat kecewa :p
sudahlah, sudah. berentilah meratap, tak melulu segala yang diinginkan mendapat restu dari semuanya.

biarkan bebas jika kembali, sambutlah. jika tidak, abaikan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
0

Rachel Ellis

when we first talked to each other
i knew we would always be friends.
our friendship has kept on growing
and I'll be here for you to the end.

you listen when I have a problem
and help dry the tears from my face.
you take away my sorrow
and put happiness in its place.

we can't forget the fun we've had
laughing 'til our faces turn blue.
talking of things only we find funny
people think we're insane-If they only knew!

i guess this is my way of saying thanks
for catching me when I fall.
thanks once again for being such a good friend
and being here with me through it all.


- Rachel Ellis


0

Momei Qu (telling me this)

did you ever fall for someone you know you shouldn't?
try hard to fight your feelings, but you just couldn't?
you fall deeper with each passing day,
but try to hide it in every possible way.
he's only a friend, and nothing else--
that's the lie you keeping telling yourself.
you keep on saying he's just a bud,
but deep inside, you're falling in love.
you get so giddy when you meet his eyes,
but keep reminding yourself it isn't right.
a simple glance turns into a stare,
but you pretend that you don't care.
it's "not right" for you two to be.
is that why you hide it so no one can see?
but how long will you pretend?
keep lying that he's just a friend?
perhaps your feelings you can never show.
perhaps it's "wrong" for him to know.
your friendship can't be risked over this,
 

so being his girl is an impossible wish...
0

cosas que odio de ti

odio cuando siempre preguntan "por qué", odio cuando actuas como si no se preocupan por mí, me gusta el carácter pasivo de la suya, y no me gusta la forma en que se escondió todo, de todo lo que más odio es "yo no puedo odiarte"

god blessing you mr. seven seven
0

lewat ---

selasa 15 juni 2010 11.57 pm

hai, malam ini saya sejenak berfikir ulang mengenai segalanya yang telah terlewati.
sedikit menggembirakan hati, bahwa apa yang telah terlewati tak akan mungkin kita putar ulang. hanya bisa di ingat dan ditertawakan "astaga, betapa bodohnya dan dungunya kelakuan saya kemarin dulu".
jika tuhan selalu bertanya apa yang kita inginkan untuk esok hari, pasti tidak akan ada kejadian tak senonoh atau mengelikan yang akan kita alami, dan pastinya tidak akan ada pelajaran apapun yang bisa kita dapatkan jika hari kita selalu baik dan bersahabat. ya, meskipun tidak ada satu orang pun yang menginginkan harinya menjadi kelabu dan berkerikil, namun itu bumbu bukan? tinggal kita putar otak, rasa apa untuk hari senin pukul 9 dan rabu pukul 5 sore.
saya selalu berusaha mengingat apa saja yang telah saya jalani, dengan begitu saya bisa selalu belajar dari kesalahan yang telah saya lakukan, ketika gagal, saya harus mencari jalan lain agar berhasil. dengan mengingat apa yang terjadi pun, menjadikan saya tetap bisa mengembangkan senyuman setiap hari, dengan tetap tertempelnya senyuman di wajah saya yang tidak cantik ini, paling tidak akan membawa energi positif yang bisa menambah semangat.
0

OH MY! i love her

0
"loosing you is not the end of the world, but it's true, that it definitely hurts!"
-Mocca-
0

mati, karena culas dan kasar

saya menimbang, saya berfikir, saya menilai, dan saya memutuskan
segalanya, segalanya memang menjadi berat, entah saya yang mengarahkannya atau ini semua terjadi secara alami.
sekali lagi dan untuk kesekian kali, ini bukan sesuatu yang saya rencana kan, ini bukan yang saya inginkan
menjalani tapi menutupi, menikmati tapi berusaha disanggah. kenapa dan mengapa?
jika memang bukan sesuatu yang hina mengapa harus terus menerus kita kaburkan, mengapa terus kita jadikan abu-abu?
apapun, apapun yang saya rasakan biar menjadi milik sendiri, seyakinnya tak akan diterima jika dibagi
seakinnya tak akan direfleksikan. saya saya saya saya saya ......... maaf ini nyata sulit ini nyata beratnya untuk diucapkan, ketika satu waktu saya merasa mantap mengatakannya seketika itu juga terbunuh kemantapan itu dengan sikap culas dan kasarnya!
0

JUNI

hari ini, selasa 1 juni 2009 4.16 pm

dengan segala pengharapan yang ada, gue memohon untuk segalanya yang terbaik dan menjadi baik. ini bulan ke 6 dan bulan ke 4 dari semua yang telah berlangsung.
setelah beberapa hari lalu entah atas kebodohan gue yang teramat sangat atau memang kesabaran gue yang sudah mencapai batas limit. segalanya langsung terucap, terkirim begitu saja tanpa dipikirkan untuk yang kedua kali dan ketiganya. hingga kemudian ketika suruhan menjalin kembali komunikasi yang sementara memang gue istirahatkan agar terbangun kembali. dengan beberapa kali pertimbangan dan bolak-balik bertanya "harus ya?penting?". teringat petikan kata dari kawan baik gue "kadang gengsi tidak perlu diperlihatkan untuk sesuatu yang kita butuhkan."
seketika itu mendadak tersadar, jika bukan gengsi yang ikut bermain atas kondisi ini maka tak ada hal lain yang paling dikambing hitamkan selain itu. "dia nanyain lo nes" lalu?
buka tutup telfon genggam, hingga kemudian dengan segala kerelaan gue kesampingkan ego yang ada serta gue bunuh gengsi yang ternyata bukan kebutuhan gue. 
terjalin kembali komunikasi yang sempat membeku, meski tak mencair seluruhnya dan gue sadar akan ada batasan dalam komunikasi ini setelah hari laknat tersebut. yah begitu adanya kaku seperti tengah menggumpulkan kembali sosok dari suara tersebut, dan gue terima selapangnya atas kondisi ini.
gue memang terlalu cepat mengambil kesimpulan, tapi begitu adanya dari yang gue nilai secara jelas dan nyata. dan seandainya dia tahu bagaimana beberapa bulan ini saya menjelma menjadi orang lain diluar dari sisi gue yang sesungguhnya. sabar, sabar, sabar dan sabar, dan satu hal sumpah demi tuhan gue berani bertaruh banyak malu dan rasa gondok untuk hal ini. semuanya memang tak pernah terlihat dan bukan maksud gue juga untuk memperlihatkannya, namun ketika segalanya dirasa sia-sia, ingin rasanya kemudian gue antukan kepala ini ke batu hingga lupa dan memulai yang baru.

lalu, jika memang bukan sesuatu (entah apa itu) kenapa harus ditutupi? ini hidup kita, kita menjalaninya dengan segenap suka dan duka, dengan segalanya yang tak mudah, kenapa masih juga memikirkan apa opini orang lain terhadap diri kita? pedulikah mereka ketika kita tak merasakan satu tetespun air di tenggorokan?

hidup kita adalah kita yang mengaturnya bagaimana iramanya tergantung bagaimana anda ingin menaruh RE sebelum DO atau sebaliknya. segalanya nggak akan datang tanpa diundang seperti lo ya elo yang nggak akan datang tanpa undangan dari gue (entah kapan gue mengundangnya) dan gue yang nggak akan juga datang tanpa lo panggil, kecuali lo manusia yang memang paling beruntung, tanpa usaha segalanya tersaji.


0
why do you let me stay here? all by myself
why don't you come and play here?  i'm just sitting on the shelf
why don't you sit right down and stay a while?  we like the same things and I like your style
its not a secret, why do you keep it?  i'm just sitting on the shelf

i got to get your presence, let's make it known
i think you're just so pleasant, i would like you for my own 
why don't you sit right down and make me smile? (uh huh)
you make me feel like I am just a child
why do you end it? just give me credit
i'm just sitting on the shelf

*why do you let me stay here - she&him -
0

saya bertanya, memohon pertolongan, maka jawablah!

bukan, bukan yang seperti ini yang gue mau! tapi tolong, tolonglah gue untuk kali ini. tolong jangan paksa gue lagi, lagi dan lagi buat menyerah dan kembali gue tarik keputusan yang udah gue keluarin. jangan, jangan, jangan buat gue simpan lagi semuanya. jangan, jangan!
gue emang nggak bisa baca apa perasaan orang lain, tapi tolonglah ini sungguhan ini nyata beratnya, ini nyata sulitnya, ini bukan hal yang emosional. gue mohon gue mohon untuk kali ini bangun dan buka mata lo. jujur kedalam hati lo. mau sampai kapan mau sampai kapan hidup dalam kebohongan, semuanya yang palsu, yang cuma bisa diangan-angankan dan diharapkan terjadi begitu saja tanpa usaha.
sudah nes, sudah, segalanya sudah berlalu, segalanya sudah berakhir, jangan paksa lagi jangan terus tarik diri lo untuk tetap menjadi baik dan menyenangkan. segalanya secara nyata secara fakta nggak pernah terasa memang diterima dan direspon. entah memang ini salah karna gue yang terlampau percaya segalanya diterima atau memang dia yang mati rasa, bahkan pecundang?

"Tuhan ini untuk kesekian kalinya, ini bukan yang pertama dan barangkali bukan yang terakhir, Engkau mengirim sesuatu yang diawal ku terima dengan baik namun belakangan aku hujat! maaf tuhan maafkan aku, aku memang tamak, hidupku terus berada diatas angin dan aku terus membuatnya seperti itu, maaf tuhan maafkan keegoisan ku."
0

:) :| ;)) ;)) :(( :( :x

hari ini ya hari ini, di waktu yang terbatas dan terus memburu.
this is my final move, my final my final ya my final. bye!
0

jika cuma ini yang tinggal, maka simpan dengan baik!

diantara semua pengisi acara, mereka yang lo suka



salah satu gambaran dulu cuma bisa suka (6 maret 2010 .. it means 81 days till today)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

*lunch pizza hut, tunggu taekwondo, ikutan part time, muara angke, dll

sssttttt.......nggak tau ini siapa yang ambil, tapi, ya terima kasih lah (waktu part time)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
7 mei 2010 ... terlambat,nggak bisa order dan akhirnya makan makanan rumah, terima kasih banyak :)

9 mei 2010, the bounty hunter -semoga ini bukan momen paksaan-

terima kasih untuk
EDELWEISS nya


 terakhir dan yang paling masih segar di ingatan, DUFAN!  21 mei 2010

0

raja kecil, pasif!

sejujurnya ini kali pertama gue kenal laki-laki sepasif dia.
untuk kali ini gue minta maaf menyertakan elo dalam hidup gue, sungguh demi apapun gue nggak bisa lagi ngelak dan sulit cari jalan yang bisa bantu gue keluar dari situasi ini.
nggak, elo nggak salah. gue pun nggak salah dan nggak rela diposisikan salah! tapi kenapa kemudian semua seolah ngejebak entah cuma gue atau beserta elo ikut masuk ke dalam situasi ini. situasi yang sejujurnya gue bilang sulit, pahit dan serba salah.
gue nggak pernah memaksakan ini semua terjadi bahkan juga nggak pernah merencanakan ini semua, segalanya mendadak terjadi, tersaji begitu saja tanpa pesanan dan izin untuk terhidang lalu dinikmati. pun jika Tuhan memang yang memiliki kuasa atas segalanya, saya berani berkata Ia begitu memiliki kuasa penuh hingga tanpa berkata dan memberikan kesempatan untuk menolak langsung menjadikannya seperti ini.
jangan tanya gue kenapa, dan bagaimana! nggak akan ada satupun jawaban yang bisa gue jelaskan.
dan begitupun lancar gue menjelaskan segalanya secara deskriptif, seyakin-yakinnya elo nggak akan percaya segalanya.
sejak awal gue nggak pernah punya mimpi atau sedikit lancang bayangan pun gue nggak pernah terbersit untuk kemudian bisa seperti ini kondisinya. seperti halnya seorang rakyat jelata yang begitu mengagumi sosok raja kecil, ikut terjun dalam euphoria suka cita bagaimana menyukai sesuatu tanpa akses. begitu mungkin.
hingga kemudian suatu kebetulan mendadak datang dan tanpa terencana hingga kemudian melabuhkan kita pada posisi yang mungkin sama-sama serba salah.
belakangan mungkin gue lah yang sedikit memaksakan kehendak hanya berdasarkan kata hati, maka maafkanlah! sesadar-sadarnya, gue akui gue pemicu segalanya. tapi sekali lagi, untuk setiap bangkai dan wangi bunga yang disembunyikan pasti akan ketahuan bukan asalnya?
serapat apapun gue kunci mulut gue untuk menyimpan segalanya, segala yang gue rasakan dan terima, mata orang lain nggak akan pernah bisa gue tutup dengan sesuka hati, mereka tidak buta, bukan?
tapi maafkanlah sekali lagi jika ini memang terlalu memaksa, dan sejujurnya gue katankan inilah kali pertama gue berani bertaruh malu, dan rasa dongkol demi satu hal.
terima kasih yang sebanyaknya setelah sedemikian banyak hal yang direncanakan dan terlaksanakan (meski kemudian lagi-lagi segalanya gue paksakan). meski tak menjadi apapun yang memiliki arti paling tidak semua yang sudah terlewati akan bisa kita kenang sepanjang hayat kita selama kita masih ingin menyimpannya! terima kasih untuk berbagai arti yang kemudian bisa gue maknai dari semua yang sudah terlewatkan.

0

hello, im 20th!

today, on friday ... i'm being 20th!!!
more older and i wish more bolder too

hari ini nggak ada yang paling gue mau sebenernya kecuali punya pacar 
(haaha maaf ya, terlalu naif! tapi ya kenyataannya)



0

3 hari tuk s'lamanya

lewat sudah 3 hari tuk s'lamanya, dan kekal lah detik-detik didalamnya. tumbuh sejuta rasa dihati yang dulu diingkari “Mungkinkah cinta itu disana?”, dua hati mereka. Bagai mimpi terwujud tak disadari, kata hati tak s’mua didengarkan lagi. waktu berpacu, harap pun jadi hasrat 'tuk memiliki, kini tersisa reka semata cara untuk kembali.
semula indah terasa, mereka s'ribu rencana, mungkinkah hati miliki kembaran rasa? semua henti disana, percuma.
langit biru, setiap liku jalan itu, akan s’lalu, melukiskan kisah itu, rindu yang kian terbendung lama akan mencapai batasnya. terbuai indah kenangan baru, sesal jadi penyatu. s’galanya t’lah berlalu
semula indah terasa, mereka s'ribu rencana, rindu yang kian terbendung lama t’lah mencapai batasnya kini tersisa reka semata cara untuk kembali. seemula indah terasa, mereka s'ribu rencana, mungkinkah hati miliki kembaran rasa? semua henti disana, percuma....semua henti disana, percuma



0

seperti tahu, busa, spons dan apapun yang terlalu lembek

akhir- akhir ini gue ngerasa lembek, lemah nggak berdaya macam tahu, diremas sedikit hancur lebur tak bersisa bentuk.

entah apa yang melatar belakangi semuanya, dan gue nggak punya dugaan untuk yang satu ini, hanya saja gue sedikit merasa rapuh, serapu gelas kaca yang ketika jatuh pecah begitu saja tanpa bisa di tempel kembali. 
sejujurnya gue sedikit merasa agak terperangkap, gue merasa jatuh cinta sama ilusi dan angan-anagn yang semuanya terlukis sedemikian indah dihadapan dua bola mata gue. berdiri pongah dan gagah seolah mampu mengikat kuat gue tanpa memberi sisa ruang untuk gue berpikir dua kali. namun ketika memang ini bukan ilusi atau angan-angan lalu kesiapa gue merasa ini?
laki-laki dari cerita sebelumnya kah? sayang gue sungguh nggak  punya keberanian untuk bilang iya, gue ga mau menjatuhkan pilihan ke satu hal yang peruntukannya memang bukan untuk gue. sampai detik ini sampai tulisan ini terangkai, gue ga pernah berani izin mengetuk pintunya atau bahkan dengan lancangnya mengetuk baru kemudian bertanya "bolehkah saya masuk?".

haaaha, kadang gue sedikit berfikir kalo gue gila, kenapa gue sedemikian kecut untuk hal yang seharusnya gue hadapi, bagai pujangga gue cuma berani melukiskan lewat kata (tanpa pernah bisa tersalurkan).  ahh tapi gue percaya untuk semua yang gue tunggu dengan sedimikian lama dan dengan kesabaran (meski kadang sabar gue lari-lari) akan ada buah manis yang nantinya bisa gue kecap, tuhan bukan sosok yang senang membiarkan mahluknya berhenti berangan-angan namun tak memberikan jalan menuju kenyataannya kan? dan gue percaya hal itu. jika memang bukan sekarang saat ini detik ini, mungkin ada waktu lain nantinya yang mungkin akan jauh lebih bisa memberikan ruang dan waktu yang lebih besar dari saat ini.

aah ntah lah hanya saja perasaaan ambiguitas gue sedang sedemikian tinggi, sulit rasanya melukiskan segalanya meski dalam tulisan menjadi sesuatu yang berada pada jalurnya. 
gue yakin gue bukan sosok yang sedemikian lemahnya bisa menyerah pada keadaan, semuanya akan tetap berjalan bukan?, dengan atau tanpa perjuangan menghadapinya. meski lo tutup mata hati telinga semuanya tetap akan ada buat lo sebelum semuanya di selesaikan. aah masalah teori nomor satu deh bisa dengan mudah dicerna, penerapannya ntah terbuat dari molekul apa hingga sedemikian sulit ditaklukan.

sudah hati gue sedemikian lembek mirip tahu, spons, busa atau apapun akhir-akhir ini ditambah pula fikiran jalang dan lancang gue, dalam mengharap segala sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri. semoga ada maaf untuk hal ini.

0

mulut saya jalang dan lancang apalagi hatinya

ini tulisan gue yang ke 5 bulan maret ini, maafkanlah gue terlalu tamak untuk terus menerus menulis dan menuangkan semua yang sedang berjalan. 

hari ini ya hari ini, terasa biasa aja sebetulnya.
yang beda adalah gue baru sadar setelah dari kemarin gue jalan-jalan sendiri, bener-bener sendirian
kantor papa, golden truly, balik stasiun juanda lalu depok dan dokter gigi (great, ini prestasi)
lalu trip hari ini adalah, klinik foto gigi (cuma nggak jadi karna kliniknya setelah disambangi nggak bisa panoramic), minimarket lalu dokter muka dan terakhir mampir sebentar menjenguk pasar beli titipan mama. ini beneran prestasi, seorang nines yang kemana-mana selalu dianter dan ga mau jalan kalo ga ada temen mendadak melangkah sendiri ke tempat-tempat yang memang mau disambangi. entah kenapa yang pasti belakangan ini gue merasa banget ada yang datar dari hidup gue yang cuma itu-itu aja makanya beberapa hari ini semacam ada dorongan kemana gue mau jalan ya tinggal langkahin kaki dan pastikan uang di dompet mencukupi lalu jalanlah! kun faya kun (hiiihiiiii).

dan mulai hari ini gue putuskan ya gue putuskan untuk sudahi semuanya.
sudah selesaikan sudah semuanya, gue cuma mau jalanin apa yang seharusnya gue jalanin (semoga ini bukan keputusan emosional) mungkin kemarin dan kemarin atau beberapa jam yang lalu gue masih juga jadi pribadi yang banyak tuntut sana sini dan maksa sana sini. ini hidup gue, gue yang jalanin dan rasain enak ga enaknya, senang sedihnya, diatas dan dibawah...aah baiknya tuhan mendadak kasih waktu introspeksi dengan menggiring saya menjalankan kaki saya kemana yang saya ingin saya sambangi.

setelah beberapa hari lalu mendadak gue seperti rollercoaster, maka mulai hari ini gue berharap untuk bisa jadi air yang memang mengalir ke satu titik, angin yang sesuai arahnya dan pohon yang cuma menuju ke atas. aah andai saja ada yang bisa gue ajak untuk berbagi ini semua, mungkin akan terasa lebih ringan. sejujurnya gue bukan tipikal orang yang bisa jaga hubungan baik sama orang dalam jangka waktu yang panjang, dan sedikit trauma menjalani sesuatunya dengan sangat dekat, semua pasti berakhir dan semuanya selalu bersumber dari gue (entah iya entah nggak) dan sekali lagi maafkan lah, gue cuma manusia yang terkadang terlalu khilaf sehingga lupa telah melakukan kesalahan.




0

my vinegar, salt and sugar

(ini maaf yak jelek grammarnya)

i have no idea to written up everythings about them
but i just want to make sure that they really a precious things of my life, i love them i really love them!!

i know in every part, everyday that we all spending together not only in a good condition, we laugh, we cried, we mad and whatever!! even they became wild for a while i still love them!
i become of who i am, with or without. just surely that they all around me make me more bolder and bolder.
they just like a vinegar on bowl of meatball, salt on my soup, sugar on my tea and absolutely they give me a strength in every morning with they pearly smile.

big thank you for being my girls

kiko ghiamaya
gabyaska dwithya putri
kartika indah aldriana
nivana
sagita athina putri





0

6 maret 2010

secara jujur saya katakan, malam ini adalah malam paling menyenangkan yang pernah saya jalani.
mungkin waktu yang lama yang ga pernah saya gunakan, dimalam tersebut yang konon jadi malam panjang bagi para muda-mudi berpasangan. entah apa yang saya rasakan senangkah, sedihkah atau apapun. yang pasti saya senang bisa menggunakan jatah malam minggu saya dengan satu orang saja laki-laki meski saya tidak faham sejujurnya  apa spesialnya malam ini dibanding malam lain dan bersama siapa saya menghabiskannya. 
mungkin dan bisa jadi karna kali ini saya menghabiskannya dengan seorang laki-laki, ya, mungkin salah satu faktornya adalah itu..hanya saja yang membedakan tak ada status yang spesial diantara kami, tapi mungkin momen yang kami berdua jalani menjadi spesial, jika dirunut kebelakang, meski sama sama membina ilmu di satu institusi yang sama dengan jurusan yang sama, kami sama sekali ga pernah saling mengenal secara personal. satu kebetulan datang ketika sebuah tiket gratis untuk sebuah pertunjukan musik jatuh ketangan saya, awalnya besama sahabat saya sejak lama saya akan menghabiskan waktu itu bersama, namun keadaan berkata lain.dia sakit.
muncul kemudian kebimbangan antara mempergunakan tiket itu atau abaikan, hingga ketika ada salah satu road show yang beekaitan dengan acara yang nantinya akan saya datangi ini menyambangi kampus saya yang tercinta. bertemu dengan salah satu senior yang kemudian mengantar saya pulang hingga ke rumah, ketika pagi ingin rasanya saya sampaikan ucapan terima kasih atas jasanya yang mengantarkan saya hingga selamat ke rumah, muncul keinginan saya bertanya. "bisakah carikan temen untuk gue, menikmati acara musik ini?" begitu kira-kira pesan singkat yang saya kirimkan (meski bukan itu, saya lupa, maka maafkanlah). menit demi menit berlalu, hingga kemudian muncul balasan yang mengatakan ada salah satu temannya yang bersedia menemani saya untuk menikmati acara musik ini. aaahhh senangnya, apalagi kami tak pernah sekalipun berbincang bersama secara akrab apalagi jalan bersama. 
muncul kembali pertanyaan, mengapa laki-laki ini yang dipilih oleh teman saya yang baik hati ini untuk menemani saya. DUGAAN sementara saya, dia melihat keakraban singkat saya dengan laki-laki ini malam ketika kami berada di kampus ketika ada acara pagelaran musik juga, dugaan selanjutnya adalah laki-laki ini berdekatan rumahnya dengan rumah saya. lalu dugaan terakhir adalah karna saya single maka di carikan pula teman jalan yang single, haahahahaha. (ini hanya dugaan)
apapun alasannnya saya patut mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang telah mengirimkan seorang laki-laki baik hati yang mau menemani malam panjang saya. mengapa saya katakan dia baik hati? selain mampu membuat saya tak canggung menghadapinya dia juga mampu mengimbangi kegatelan bibir saya yang sangat menyukai rangkaian kata yang tak henti berucap. yaaah apapun yang telah kami lakukan bersama semuanya menyenangkan. terima kasih tuhan, entah apa pun ini saya merasa sangat berkewajiban untuk mengucap terima kasih kepaadamu, terima kasih kepada semua teman-teman saya yang entah apapun niatnya pula selalu mendorong saya untuk melakukan hal yang menyenangkan, danTERIMA KASIH banyak julian


 




0

10.19

masih juga mencari apa yang saya inginkan dan apa yang hanya sekedar saya inginkan bukan butuhkan, hasrat itu terus mengelora dan mendesak untuk terlaksana.
oh tuhan ku, sulitnya menjadi manusia yang bisa menerima segala sesuatunya sesuai dengan kemampuan
0

saya baru bergabung

gue baru bergabung dan ijinkan untuk mulai berkarya lain waktu
karena i have no idea for this time,
zzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Followers

Network

Back to Top