kemana, kamu kemana?
sulit jumpa, susah mencari, entah sulit rasanyya mencari dimana bau mu dimana jejak mu!
aku, aku, aku. sungguh aku benar-benar kehilangan mu.
kamu, kamu, kamu terus berjalan, berlari dan tak lagi terlihat, tidak pula jejak dan bau mu.
coba ku tanyakan angin, mereka terus melengos pergi.
aku coba, aku usahakan berbagai hal, namun semua NIHIL!
kamu tetap pergi, kamu tetap hilang dan entah kembali atau justru meneruskan perjalanan.
aku coba, selalu mencoba untuk mencoba hilangkan segalanya, berharap segalanya lenyap, TAPI
semakin ku berusaha, semakin pula jiwa ku ikut terbang dan perlahan lenyap. jangan, jangan bawa semuanya pergi.
aku mohon, muncullah untuk terakhir kalinya, meski sekejap
meski hanya satu senyuman, satu tatapan dan satu lambaian
sungguh, aku tak lagi meminta banyak, aku tak lagi berani melihat hari esok hanya sekedar untuk tertawa bersama kamu.
tapi tolonglah, jika harus terbunuh semuanya, bunuhlah langsung.
jangan perlahan kau kuliti semua yang telah terbentuk, perihnya AMPUN! aku tak sanggup!
sungguh. aku rindu kamu, aku rindu. hanya saja semua seolah mencapai batasnya, pias dan tak lagi terasa! hilang semua mungkin.
ah andai, andai bisa ku ketuk pintu yang kusadari selalu ku bawa kunci itu kemana ku pergi.
aku tak cukup memiliki keberanian! aku takut kecewa jika ternyata kunci yang ku bawa SALAH.
aku berhenti mengharap, namun aku tetap menunggu, aku menunggu kamu, aku menunggu binar matamu seperi sedia kala. semoga, semoga, semoga barisan semut bisa membawa kamu kehadapan ku, meski entah kapan.
Posted by



0 comments:
Posting Komentar