bukan, bukan yang seperti ini yang gue mau! tapi tolong, tolonglah gue untuk kali ini. tolong jangan paksa gue lagi, lagi dan lagi buat menyerah dan kembali gue tarik keputusan yang udah gue keluarin. jangan, jangan, jangan buat gue simpan lagi semuanya. jangan, jangan!
gue emang nggak bisa baca apa perasaan orang lain, tapi tolonglah ini sungguhan ini nyata beratnya, ini nyata sulitnya, ini bukan hal yang emosional. gue mohon gue mohon untuk kali ini bangun dan buka mata lo. jujur kedalam hati lo. mau sampai kapan mau sampai kapan hidup dalam kebohongan, semuanya yang palsu, yang cuma bisa diangan-angankan dan diharapkan terjadi begitu saja tanpa usaha.
sudah nes, sudah, segalanya sudah berlalu, segalanya sudah berakhir, jangan paksa lagi jangan terus tarik diri lo untuk tetap menjadi baik dan menyenangkan. segalanya secara nyata secara fakta nggak pernah terasa memang diterima dan direspon. entah memang ini salah karna gue yang terlampau percaya segalanya diterima atau memang dia yang mati rasa, bahkan pecundang?
"Tuhan ini untuk kesekian kalinya, ini bukan yang pertama dan barangkali bukan yang terakhir, Engkau mengirim sesuatu yang diawal ku terima dengan baik namun belakangan aku hujat! maaf tuhan maafkan aku, aku memang tamak, hidupku terus berada diatas angin dan aku terus membuatnya seperti itu, maaf tuhan maafkan keegoisan ku."
Posted by



0 comments:
Posting Komentar