0

JUNI

hari ini, selasa 1 juni 2009 4.16 pm

dengan segala pengharapan yang ada, gue memohon untuk segalanya yang terbaik dan menjadi baik. ini bulan ke 6 dan bulan ke 4 dari semua yang telah berlangsung.
setelah beberapa hari lalu entah atas kebodohan gue yang teramat sangat atau memang kesabaran gue yang sudah mencapai batas limit. segalanya langsung terucap, terkirim begitu saja tanpa dipikirkan untuk yang kedua kali dan ketiganya. hingga kemudian ketika suruhan menjalin kembali komunikasi yang sementara memang gue istirahatkan agar terbangun kembali. dengan beberapa kali pertimbangan dan bolak-balik bertanya "harus ya?penting?". teringat petikan kata dari kawan baik gue "kadang gengsi tidak perlu diperlihatkan untuk sesuatu yang kita butuhkan."
seketika itu mendadak tersadar, jika bukan gengsi yang ikut bermain atas kondisi ini maka tak ada hal lain yang paling dikambing hitamkan selain itu. "dia nanyain lo nes" lalu?
buka tutup telfon genggam, hingga kemudian dengan segala kerelaan gue kesampingkan ego yang ada serta gue bunuh gengsi yang ternyata bukan kebutuhan gue. 
terjalin kembali komunikasi yang sempat membeku, meski tak mencair seluruhnya dan gue sadar akan ada batasan dalam komunikasi ini setelah hari laknat tersebut. yah begitu adanya kaku seperti tengah menggumpulkan kembali sosok dari suara tersebut, dan gue terima selapangnya atas kondisi ini.
gue memang terlalu cepat mengambil kesimpulan, tapi begitu adanya dari yang gue nilai secara jelas dan nyata. dan seandainya dia tahu bagaimana beberapa bulan ini saya menjelma menjadi orang lain diluar dari sisi gue yang sesungguhnya. sabar, sabar, sabar dan sabar, dan satu hal sumpah demi tuhan gue berani bertaruh banyak malu dan rasa gondok untuk hal ini. semuanya memang tak pernah terlihat dan bukan maksud gue juga untuk memperlihatkannya, namun ketika segalanya dirasa sia-sia, ingin rasanya kemudian gue antukan kepala ini ke batu hingga lupa dan memulai yang baru.

lalu, jika memang bukan sesuatu (entah apa itu) kenapa harus ditutupi? ini hidup kita, kita menjalaninya dengan segenap suka dan duka, dengan segalanya yang tak mudah, kenapa masih juga memikirkan apa opini orang lain terhadap diri kita? pedulikah mereka ketika kita tak merasakan satu tetespun air di tenggorokan?

hidup kita adalah kita yang mengaturnya bagaimana iramanya tergantung bagaimana anda ingin menaruh RE sebelum DO atau sebaliknya. segalanya nggak akan datang tanpa diundang seperti lo ya elo yang nggak akan datang tanpa undangan dari gue (entah kapan gue mengundangnya) dan gue yang nggak akan juga datang tanpa lo panggil, kecuali lo manusia yang memang paling beruntung, tanpa usaha segalanya tersaji.


0 comments:

Posting Komentar

Followers

Network

Back to Top