ini tulisan gue yang ke 5 bulan maret ini, maafkanlah gue terlalu tamak untuk terus menerus menulis dan menuangkan semua yang sedang berjalan.
hari ini ya hari ini, terasa biasa aja sebetulnya.
yang beda adalah gue baru sadar setelah dari kemarin gue jalan-jalan sendiri, bener-bener sendirian
kantor papa, golden truly, balik stasiun juanda lalu depok dan dokter gigi (great, ini prestasi)
lalu trip hari ini adalah, klinik foto gigi (cuma nggak jadi karna kliniknya setelah disambangi nggak bisa panoramic), minimarket lalu dokter muka dan terakhir mampir sebentar menjenguk pasar beli titipan mama. ini beneran prestasi, seorang nines yang kemana-mana selalu dianter dan ga mau jalan kalo ga ada temen mendadak melangkah sendiri ke tempat-tempat yang memang mau disambangi. entah kenapa yang pasti belakangan ini gue merasa banget ada yang datar dari hidup gue yang cuma itu-itu aja makanya beberapa hari ini semacam ada dorongan kemana gue mau jalan ya tinggal langkahin kaki dan pastikan uang di dompet mencukupi lalu jalanlah! kun faya kun (hiiihiiiii).
dan mulai hari ini gue putuskan ya gue putuskan untuk sudahi semuanya.
sudah selesaikan sudah semuanya, gue cuma mau jalanin apa yang seharusnya gue jalanin (semoga ini bukan keputusan emosional) mungkin kemarin dan kemarin atau beberapa jam yang lalu gue masih juga jadi pribadi yang banyak tuntut sana sini dan maksa sana sini. ini hidup gue, gue yang jalanin dan rasain enak ga enaknya, senang sedihnya, diatas dan dibawah...aah baiknya tuhan mendadak kasih waktu introspeksi dengan menggiring saya menjalankan kaki saya kemana yang saya ingin saya sambangi.
setelah beberapa hari lalu mendadak gue seperti rollercoaster, maka mulai hari ini gue berharap untuk bisa jadi air yang memang mengalir ke satu titik, angin yang sesuai arahnya dan pohon yang cuma menuju ke atas. aah andai saja ada yang bisa gue ajak untuk berbagi ini semua, mungkin akan terasa lebih ringan. sejujurnya gue bukan tipikal orang yang bisa jaga hubungan baik sama orang dalam jangka waktu yang panjang, dan sedikit trauma menjalani sesuatunya dengan sangat dekat, semua pasti berakhir dan semuanya selalu bersumber dari gue (entah iya entah nggak) dan sekali lagi maafkan lah, gue cuma manusia yang terkadang terlalu khilaf sehingga lupa telah melakukan kesalahan.
Posted by



0 comments:
Posting Komentar